Kontak Utama

  • Jalan Imam Bonjol No.430, Pontianak
  • +62 561 769999

Kontak Wilayah I

  • Jalan 28 Oktober, Pontianak
  • +62 561 881038

Kontak wilayah II

  • Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak
  • +62 561 774044

Jam Pelayanan

  • Senin-Kamis : 07.30 - 14.00
  • Jumat : 07.30 - 10.00 , 13.00 - 14.00
  • Sabtu - Minggu : Tutup

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Meriahkan HUT ke 250 Kota Pontianak

Ardiansyah mengatakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Pontianak ke-250 Perumda Tirta Khatulistiwa juga memberikan pelayanan sambungan baru gratis mulai 24 September 2021 hingga 31 Oktober 2021 kepada pelanggan.
Ardiansyah menjelaskan Perumda Tirta Khatulistiwa memberikan potongan harga 30 persen bagi pelanggan dengan kategori memiliki bangunan semi permanen hingga permanen.

“Dari semula Rp 1,5 Juta menjadi Rp 1 Juta dengan potongan Rp500 ribu, namun tidak diperuntukkan bagi rumah kalangan menengah ke atas,” jelasnya.

Sehingga kalangan menengah atas tetap dikenakan tarif biasa dan bagi rumah tangga yang dikenakan tarif Rp1,5 juta akan mendapat potongan menjadi Rp1 Juta. “Pemotongan ini dalam rangka HUT Kota Pontianak ke “-250 dan promo ini berakhir pada 31 Oktober 2021,” tuturnya.

Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah mengatakan kinerja di tahun 2021 Perumda Tirta Khatulistiwa telah mencapai target yanga ada.

Dia mengatakan tingkat kehilangan air telah berhasil ditekan hingga 31,9 persen dari 34 persen. Tak hanya itu, usaha untuk cakupan layanan mencapai 86 persen dari target 87 persen.

Dari sisi laba, kata Ardiansyah, pihaknya masih dalam proses memenuhi karena masih kurangnya target. “Ini karena rencana penyusunan tarif yang sebab kondisi Covid-19 sehingga belum bisa dilaksanakan,” katanya.

Hingga akhir tahun 2021 Ia menargetkan tingkat kehilangan air minimal ditekan hingga 30,6 persen. “Perkiraan kita sampai angka itu namun target sebenarnya di angka 31 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, dari sisi efektifitas penagihan Perumda Tirta Khatulistiwa telah mencapai 96 persen. Termasuk dari sisi tunggakan rekening telah 18 persen yang ditagih.

“Selain itu dari sisi manajemen, kami juga telah melakukan perubahan-perubahan. Mulai dari analisa beban kerja, kompetensi pegawai, dan sebagainya telah dilaksanakan,” ujarnya. (mam-TribunPontianak)