Kontak Utama

  • Jalan Imam Bonjol No.430, Pontianak
  • +62 561 769999

Kontak Wilayah I

  • Jalan 28 Oktober, Pontianak
  • +62 561 881038

Kontak wilayah II

  • Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak
  • +62 561 774044

Jam Pelayanan

  • Senin-Kamis : 07.30 - 14.00
  • Jumat : 07.30 - 10.00 , 13.00 - 14.00
  • Sabtu - Minggu : Tutup

Walikota Pontianak Lantik Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Periode 2021-2025

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Periode 2021-2025 di Aula Perumdam Tirta Khatulistiwa, Jumat (1/10/2021). 
Jajaran Dewas yang dilantik ini diharapkan dapat menjalankan tugas bersama-sama dengan Direksi untuk memajukan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Dewas juga diminta berkoordinasi dan berkomunikasi dengan jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sesuai tugas dan fungsinya. Koordinasi ini menjadi penting dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada di lapangan.
"Saya mengharapkan dewan pengawas fokus menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini ada di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa," pesannya.
Edi juga menjelaskan, proses rekrutmen yang selama ini dilakukan sudah berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa kedepannya harus benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pontianak. Hal yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan pelayanan. Termasuk jumlah sambungan yang menjadi komitmen Pemkot untuk 100 persen cakupan layanan air bersih pada seluruh warga Kota Pontianak. Saat ini Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa telah banyak melakukan upaya untuk memaksimalkan pelayanan, diantaranya dengan bantuan hibah dari pemerintah pusat seperti sambungan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 
Ia meminta Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk terus meningkatkan pelayanan kualitas air yang diproduksi. Selain itu jajaran Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga dituntut untuk menekan angka kebocoran hingga di bawah 30 persen dalam tahun ini. Sampai saat ini, capaian pengurangan tingkat kebocoran sudah 34 persen. Edi menekankan tingkat kebocoran harus terus ditekan hingga seminimal mungkin sebagai upaya penghematan.
"Untuk caranya saya serahkan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, saya maunya tahun depan tingkat kebocoran sudah di bawah 30 persen. Intinya jangan sampai terjadi kebocoran dan pencurian air yang begitu besar sehingga merugikan," ujarnya.
Edi berpesan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus melakukan penghematan tetapi tetap bisa menghasilkan produksi yang optimal. Kemudian, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga harus melakukan inovasi-inovasi dalam meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada. Kondisi pipa-pipa yang ada juga perlu diperhatikan jaringannya karena ada yang sudah seharusnya dipasang baru. Diakuinya bahwa, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi air memang diperlukan investasi yang cukup besar. Sehingga membutuhkan terobosan dan inovasi terkini dalam melayani konsumen.
"Saya yakin dengan pengalaman sisi teknis, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa bisa berinovasi untuk meningkatkan pendapatan maupun pelayanannya," ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah mengusulkan permohonan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi agar bisa membantu penyediaan pipa lantaran biaya yang dibutuhkan sangat besar. Tahun ini, kata Edi, ada pengembangan kapasitas air di Waduk Penepat. Untuk itu, ia meminta agar dipantau dan dilakukan uji coba. Sehingga apabila memasuki musim kemarau panjang, persoalan air baku bisa diatasi di Kota Pontianak. (humas)