Kontak Utama

  • Jalan Imam Bonjol No.430, Pontianak
  • +62 561 769999

Kontak Wilayah I

  • Jalan 28 Oktober, Pontianak
  • +62 561 881038

Kontak wilayah II

  • Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak
  • +62 561 774044

Jam Pelayanan

  • Senin-Kamis : 07.30 - 14.00
  • Jumat : 07.30 - 10.00 , 13.00 - 14.00
  • Sabtu - Minggu : Tutup

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Sabet 3 Penghargaan di Ajang TOP BUMD Awards 2021

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Sabet 3 Penghargaan di Ajang TOP BUMD Awards 2021

Jakarta, 10 September 2021 - Di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa, Kota Pontianak menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai, PDAM Giri Nawa Tirta meraih penghargaan, TOP BUMD level Bintang 4.

Tak hanya itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah dianugerahi penghargaan TOP CEO BUMD 2021. Penghargaan juga diberikan kepada  Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebagai TOP PEMBINA BUMD 2021.

Acara puncak penganugerahan TOP BUMD Awards 2021 berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat, 10 September 2021. Kegiatan TOP BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Untuk memenuhi Protokol Kesehatan, acara penghargaan yang dihadiri 600 peserta termasuk Kepala daerah dan TOP manajemen BUMD seluruh Indonesia ini, dibagi dalam 2 sesi, sore dan malam.

M. Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2021, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business, memaparkan bahwa TOP BUMD Awards, Insya Allah merupakan kegiatan award BUMD Terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business sejak 2016.

TOP BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan pemberian penghargaan BUMD yang tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada BUMD-BUMD Terbaik. Ada empat kriteria penilaian, yakni (1) berkinerja baik, (2) banyak melakukan improvement/inovasi perbaikan, dan telah (3) berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, (4) Memiliki strategi dan inovasi di masa Pandemi Covid-19 agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.

Menurut Lutfi, TOP BUMD Awards 2021 ini, diikuti oleh 182 BUMD dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Atau meningkat 12%, dibanding tahun 2020 yang sebanyak 163 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk wawancara penjurian, atau meningkat sebesar 44% dari tahun 2020.

Penilaian dilakukan secara obyektif dan independen. Di sini, sejumlah lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai. Antara lain Institut Otonomi Daerah, FEB Universitas Padjadjaran Bandung, LKN, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; Melani K. Harriman Associates; Dwika Consulting; dan lain-lain.

“Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP BUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang terbesar, paling kredibel, paling bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dalam sambutannya menegaskan tentang pentingnya semua pihak mendukung BUMD, karena memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah.

Peran tersebut di antaranya adalah: 1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, 2) Sebagai sumber pendapatan daerah, 3) Membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, serta mengurangi pengangguran, dan ke-4), Memenuhi dan memudahkan kebutuhan masyarakat.

Sinergi BUMN dan BUMD

Sementara itu, Menteri BUMN RI Erick Thohir yang mewakili Wakil Presiden RI dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi BUMN dan BUMD. Sinergi itu perlu dikedepankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah dan di tingkat nasional.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan TOP BUMD Awards ini. Karena, melalui kegiatan ini, BUMD akan terus terpacu untuk meningkatkan kinerja dan layanannya.

"Jika BUMD-BUMD hebat terus berkembang di daerah, maka pemerataan dan percepatan pembangunan nasional, lebih mudah diwujudkan," kata Tito.

Tito juga menegaskan agar sinergi BUMD perlu dikembangkan secara maksimal. Sinergi yang saling menguntungkan antara BPD dan BPR, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembiayaan UMKM di daerah. Mereka tidak perlu bersaing antar-sesama BUMD, namun justru bersinergi untuk saling menguatkan. Selain itu, BPD juga harus mendukung pengembangan bisnis BUMD-BUMD sektor lainnya.

Mendagri juga menekankan pentingnya peran kepala daerah untuk terus membina dan mengarahkan BUMD. Agar, BUMD terus meningkat kinerja dan layanannya untuk membangun daerah sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional di masa normal baru.

"Jika BUMD diintervensi secara tidak proporsional, maka akan menghambat pertumbuhan kinerja dan layanan BUMD. Intervensi, harus dilakukan secara positif, untuk mendukung BUMD," tutur Mendagri.

 

 Kunci Sukses Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa

Penghargaan yang diraih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam ajang TOP BUMD Awards 2021 ini tak terlepas dari sejumlah inovasi dan kinerja pelayanan yang mumpuni di tengah pandemi covid-19 ini.

Dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021, beberapa waktu lalu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menyatakan, ada beberapa inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat Kota Pontianak.

BUMD ini mulai membangun instalasi pengolahan air (IPA) di Nipah Kuning dengan kapasitas 300 liter per detik. Saat ini, proses pembangunannya sudah dalam tahap feasibility study (FS).

Ardiansyah menerangkan, kapasitas produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa saat ini hanya hanya tersisa10 persen atau utilitasnya sudah mencapai 90 persen. Itu artinya, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa ke depan hanya bisa menambah sekitar 10.800 pelanggan baru.

“Tahun 2021 kami menargetkan penambahan 5.800 pelanggan baru. Kalau tidak ada investasi pengembangan kapasitas produksi, saya yakin tahun 2023 kita tidak bisa meningkatkan cakupan layanan. Sebab itu kita dalam tahap penyusunan FS untuk penambahan 300 liter per detik di Nipah Kuning,” kata Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, IPA baru yang berada di Pontianak bagian barat ini nantinya akan memenuhi kebutuhan air di Pontianak utara, Pontianak barat dan Pontianak tenggara. Sedangkan untuk Pontianak selatan dan timur masih bisa dipenuhi dari IPA yang ada sekarang. IPA yang akan dibangun di Nipah Kuning tersebut nantinya bisa memenuhi kebutuhan air bersih hingga 2024 dengan jumlah pelanggan baru 17 ribu sambungan rumah (SR). Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa melayani 135.131 SR. 

Pembangunan IPA baru juga harus dilakukan karena Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga mendapat tugas dari pemerintah pusat dalam program layanan air untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Setiap tahun hingga 2024, sesuai RPJMD dan business plan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mendapat tugas untuk melayani 2.500 SR untuk MBR.

“Target kami, cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa tahun 2024 sudah di atas 90 persen,” ujar Ardiansyah. Saat ini, kegiatan usaha Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa  adalah 92,5 persen laba dan 7,5 persen layanan publik/sosial.

Terkait layanan ke masyarakat, berdasarkan survei kepuasan pelanggan terhadap layanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, kinerjanya sangat baik atau dengan predikat A (nilai 3,52). Demikian penilaian Tata Kelola Perusahaan (GCG), Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa  mendapat nilai 68,71 persen atau Cukup Baik.

Selain menambah kapasitas produksi, menurut Ardiansyah, persoalan lain yang menjadi perhatian manajemen Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa adalah tingkat kebocoran air atau NRW yang pada akhir 2020 masih di angka 34,4 persen. Masih tingginya angka kebocoran ini disebabkan karena berbagai faktor, antara lain masih tingginya pencurian air di masyarakat.

Selain itu karena banyaknya pembangunan infrastruktur di Pontianak, dan beberapa proyek tersebut mengenai pipa PDAM. Kondisi pipa yang sudah tua juga membuat tingkat kebocoran air di Pontianak masih tinggi.

“Kita sedang melakukan inventarisasi, untuk pipa-pipa yg sudah tua akan kita lakukan rehabilitasi atau pergantian pipa untuk mengurangi NRW. Dari sisi pelanggan, kita juga akan memperketat aturan maupun tindakan terhadap pelanggan-pelanggan yang melakukan pencurian,” ujar dia.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak yang mendapatkan penghargaan TOP Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Awards 2021. Penghargaan diterima, di Jakarta Indonesia, pada Jumat (10/9) malam WIB.

Wako Edi menilai, penghargaan yang diperoleh ini merupakan bentuk nyata keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mengelola BUMD. "Kita mengapresiasi PDAM yang telah mendapat penghargaan TOP BUMD Awards 2021. Ini merupakan bentuk keseriusan kita mengelola BUMD untuk bisa lebih berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya, Minggu (12/9).

Ke depan, Wako Edi juga mendorong BUMD di Kota Pontianak, terkhusus untuk PDAM agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan terus menjaga kualitas air tetap bersih. Menurut Edi, meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun kinerja dan layanan kepada masyarakat harus tetap produktif. Hal tersebut lantaran dengan adanya air bersih bisa menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

"Karena jika air yang digunakan itu bersih dan berkualitas tentu juga akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, kuat dan cerdas. Itu yang paling penting," ungkapnya.

Selain itu, Edi juga mengajak kepada masyarakat Kota Pontianak untuk memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan, ia meminta agar masyarakat juga menghemat penggunaan air.

 

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menyampaikan, bahwa pihaknya bersyukur atas penghargaan yang telah diperoleh. Ia pun menjelaskan tentang program-program yang telah dilakukan hingga meraih penghargaan tersebut.

"Program yang dijalankan sesuai dengan yang ditargetkan Pembina yaitu Wali Kota Pontianak selaku KPM dan selaku Direktur Utama saya selalu bersinergi dengan Walikota dalam menjalankan program dan target-target kinerja untuk peningkatan pelayanan dan kepuasan masyarakat Kota Pontianak," ujarnya.

Kemudian, ia juga menyampaikan, bahwa berbagai inovasi sudah dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Kharulistiwa dalam peningkatan pelayanan, seperti yang ia sebutkan, mulai dari Perbaikan kualitas air, peningkatan Cakupan Layanan, Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air dan Penambahan IPA. Kemudian rehabilitasi Jaringan dan Perbaikan sistem pengolahan Air, serta pemanfaatan Teknologi Informasi.

"Kemudian akan direncanakan kedepan dalam peningkatan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa akan melauncing aplikasi pelayanan dalam satu gengaman berupa aplikasi yang berbasis android dan IOS, dimana pelanggan dapat memanfaatkan pelayanan sambungan baru, pengaduan pelanggan, baca meter mandiri, dan informasi gangguan pelanggan," ungkapnya.

Selain itu, kata Ardiansyah, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam perbaikan kualitas air secara bertahap telah membangun Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yaitu suatu sistem yang akan mengontrol kualitas air yang memenuhi syarat Permenkes.

"Semua ini berkat bimbingan dan arahan Bapak Walikota Pontianak selaku Pembina dalam meningkatkan pelayanan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak," pungkasnya.