Kontak Utama

  • Jalan Imam Bonjol No.430, Pontianak
  • +62 561 769999

Kontak Wilayah I

  • Jalan 28 Oktober, Pontianak
  • +62 561 881038

Kontak wilayah II

  • Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak
  • +62 561 774044

Jam Pelayanan

  • Senin-Kamis : 07.30 - 14.00
  • Jumat : 07.30 - 10.00 , 13.00 - 14.00
  • Sabtu - Minggu : Tutup

PERUMDAM PERPANJANG KERJASAMA DENGAN KEJAKSAAN

Pontianak---Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa kembali melakukan perpanjangan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Pontianak terkait pendampingan hukum Perdata dan Tata Usaha Negara bertempat di ruang kerja Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak.

Hadir dalam kegiatan penandatanganan MoU kerjasama dimaksud, Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Basuki Sukardjono, SH.MH, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Pontianak, Rudolf T.P Simanjuntak, SH, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah, SE dan Plt.Kepala Seksi Tata Usaha dan Hukum Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Niluh Gede Sukiarti, SH.

Dikatakan Kajari, kerjasama ini perwujudan dari pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan untuk memberikan pelayanan di bidang perdata dan tata usaha negara.

"Kami siap melakukan pendampingan dan pertimbangan hukum  kepada Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagai antisipasi agar Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam melakukan kegiatan yang tidak menyalahi, khususnya yang berkaitan dengan Hukum  Perdata maupun Tata Usaha Negara," katanya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah, SE sangat berterimakasih adanya kerjasama ini, “Management memerlukan bantuan khususnya pertimbangan hukum terkait hal-hal penyelenggaraan perusahaan khususnya yang berkenaan dengan Hukum Perdata maupun Hukum Tata Usaha Negara” ujar Ardiansyah.

Dikatakan Ardiansyah, kerjasama ini selain untuk memberikan pendampingan hukum apabila dimungkinkan agar dapat diberikan bantuan pada saat kegiatan langsung yang berkenaan dengan masyarakat salah satunya sosialisasi kepada masyarakat.

“Di lapangan masih ada pelanggan yang melakukan pengambilan air secara ilegal, nah ini salah satu contoh yang mungkin kita minta pendampingan apakah bisa tindakan pengambilan air secara illegal tersebut diproses secara perdata, namun kita utamakan pendekatan terlebih dahulu,” ujar Ardiansyah.

Selanjutnya, Ardiansyah berharap ke depan kerjasama ini dapat terus berlanjut, “Kami berharap agar kerjasama ini ke depannya masih dapat tetap terlaksana, karena banyak pemahaman-pemahaman hukum yang kita perlukan dan personil Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa khususnya yang bidang tugasnya berkenaan dengan administrasi dapat juga banyak belajar,” harap Ardiansyah. (luh/r)