Contact WhatsApp

Kontak Utama

  • Jalan Imam Bonjol No.430, Pontianak
  • +62 561 769999

Kontak Wilayah I

  • Jalan 28 Oktober, Pontianak
  • +62 561 881038

Kontak wilayah II

  • Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak
  • +62 561 774044

Jam Pelayanan

  • Senin-Kamis : 08.00 - 14.00
  • Jumat : 08.00 - 10.00 , 13.00 - 14.00
  • Sabtu - Minggu : Tutup

Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Perumdam Pantau Berkala Kondisi Air Baku

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas air.

Mengingat dengan semakin banyaknya keluhan konsumen terkait distribusi dan kualitas air, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa melalui Walikota Pontianak yang merupakan Kuasa Pemilik Modal (KPM) Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT, melakukan peninjauan langsung di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, didampingi oleh Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

"Banyak keluhan masyarakat terhadap layanan  air bersih, air tidak mengalir atau airnya berlumpur. Kita cek di sini penyebabnya karena air Sungai Kapuas sebagai sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengalami surut serta adanya pipa-pipa yang mudah pecah," ujarnya usai melakukan peninjauan di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/8/2023).

Melihat kondisi air Sungai Kapuas yang surut dan kadar garam meningkat sehingga mengakibatkan air yang disuplai ke rumah pelanggan mengalami gangguan, KPM Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT mengimbau seluruh masyarakat untuk membantu dengan tidak merusak jaringan air ledeng serta menghemat penggunaan air.

"Kita imbau masyarakat untuk mulai menampung air sebagai cadangan persediaan," imbaunya.

Surutnya permukaan air menyebabkan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menghentikan sementara produksi hingga air pasang. Namun demikian, saat air mulai pasang, kadar garam air meningkat akibat intrusi air laut. Idealnya, ambang batas kadar garam untuk bisa memproduksi air adalah  250 miligram per liter. Tapi kondisi saat ini sudah mencapai 400 miligram per liter.

"Air baku ini tanggung jawab pemerintah pusat, kita berharap pemerintah pusat bisa memikirkan untuk penanganan masalah sumber air baku ini," terangnya.

Memang, sudah ada Waduk Penepat yang jaraknya 24 kilometer dari Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa namun kapasitasnya hanya 14 ribu meter kubik.

Masalahnya jika air laut masuk hingga ke Waduk Penepat, kondisi ini juga akan mengakibatkan terganggunya produksi air Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

"Kapasitas produksi di sana 500 liter per detik, sementara produksi sekarang 2.058 liter per detik," sebutnya.

 Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Ardiansyah menjelaskan bahwa kondisi air Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa saat ini memang terganggu akibat air Sungai Kapuas mulai surut. Hal ini terjadi sudah beberapa pekan sehingga menyebabkan pihaknya tidak bisa maksimal memproduksi air bersih. Kapasitas produksi normal 2.058 liter per detik, tetapi dengan terjadinya air surut mengakibatkan produksi tidak maksimal.

"Sebagaimana bisa dilihat tadi untuk IPA I dan II saja untuk mengambil air hampir setengah dari pipa menuju ke intake," terangnya.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat yang bermukim di daerah pinggiran mengalami gangguan suplai air bersih seperti air tidak mengalir, tekanan air yang kecil. Hal ini disebabkan faktor alam dengan surutnya permukaan air Sungai Kapuas sebagai bahan baku.

"Kondisi ini juga dialami pelanggan yang suplai airnya berasal dari IPA di Gang Kayu Manis, Selat Panjang dan IPA di Parit Mayor," jelasnya.

Khusus di IPA Kayu Manis, diakuinya usia IPA itu sudah cukup tua yakni hampir 40 tahun. IPA-nya bukan terbuat dari beton tetapi dari baja sehingga mulai banyak keropos dan menyebabkan kualitas air yang diterima masyarakat bisa buruk.

"Rencananya Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa akan melakukan investasi untuk membangun IPA di daerah Nipah Kuning untuk mengganti IPA di Kayu Manis sehingga masyarakat menerima kualitas air lebih baik," imbuhnya.

Jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa yang aktif hingga saat ini tercatat 149 ribu pelanggan. Ardiansyah mengatakan, bagi warga yang mengalami kesulitan mendapat air bersih dikarenakan air tidak lancar, bisa mengambil air langsung ke Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa secara gratis dengan cara dikoordinir oleh RT setempat dan mengirimkan surat permohonan air bersih.

Berdasarkan kondisi yang ada saat ini data jumlah produksi air baku dari bulan Januari hingga Juli 2023 sebanyak 34.859.884 meter kubik atau 13.320 liter per detik. Sedangkan untuk produksi air bersih bulan Januari hingga Juni 2023 sebanyak 33.655.584 meter kubik dan persentasi jumlah kehilangan air atau NRW sebanyak 3,19%. Untuk kuantitas air yang didistribusikan menurut data tahun 2022 sebanyak 57.357.785 meter kubik.

Kualitas air baku dan air olahan Sungai Kapuas dari bulan Januari hingga Juli 2023 terdata bahwa telah terjadi interusi air laut di bulan Januari dan Februari, kondisi air sungai surut dan keruh pada bulan Juni dan dibulan Juli kondisi air sungai surut, kapasitas IPA (Instalasi Pengolahan Air) dimaksimalkan dengan tidak terjadi pengurangan debit air, namun untuk kondisi pH rata rata dari bulan Januari hingga Juli 2023 mencapai angka 6 yang mana masih diambang batas normal untuk pemakaian sehari-hari konsumen.

Data terbaru hasil pemeriksaan kadar klorida air baku pada bulan Agustus, pada IPA Sungai Jawi Luar (SJL) dan IPA Selat Panjang, kadar klorida telah melewati ambang batas yang dipersyaratkan oleh Permenkes 492/2010 mencapai lebih dari 200 mg/L sehingga diimbau kepada konsumen untuk melakukan tips berikut ini:

1. Air PAM hanya digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci & kakus (MCK) - BUKAN UNTUK KEPERLUAN KOMSUMSI.

2. Kadar Garam meningkat mengakibatkan air yang di suplay ke rumah pelanggan mengalami gangguan (menurunnya debit air) dan diharapkan agar pelanggan tidak melakukan pengerusakan pipa-pipa PAM.

3. Diharapkan pelanggan untuk menampung air

Kapasitas terpasang dan kebutuhan air pelanggan pada bulan Desember 2022 menunjukan angka 89,28 % dengan jumlah sambungan rumah 147.963 dari total jumlah penduduk Kota Pontianak sebanyak 673.737 jiwa, sehingga total cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sudah mencapai 89,17%.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa tetap berusaha untuk terus berbenah, khususnya dalam hal memberikan pelayanan air bersih dan ketersediaan akan air bersih kepada masyarakat Kota Pontianak. (humasPerumdamTK)